ZIARAH KE MAKAM PARA WALI

ziarOrang yang berziarah ke makam para wali karena cinta terhadap para orang-orang soleh itu, adalah bagian dari bertawassul, ber“wasilah” ( menempuh jalan yang mendekatkan diri kepada Allah), yang diperintahkan Al-Quran.

يا ايها الذين أمنوا اتقواالله وابتغوا اليه الوسيلة وجاهدوا فى سبيله لعلكم تفلحون

” Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” Al-Maidah 5.

“Al-Wasilah” adalah segala amal yang mendekatkan diri kepada Allah, bisa berupa amalan wajib atau amalan sunat. Bersabda Rasulullah saw dalam hadits qudsiy:

ولا يزال عبدى يتقرب الي بالنوافل حتى احبه

“Tidak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan amal-amal sunat, sehingga Aku mencintainya…”

Taqwa yang diperintahkan Allah pada ayat tersebut adalah meninggalkan laku maksiat baik lahir maupun batin, serta melakukan perbuatan yang diperintahkan oleh Allah. Dan mencari wasilah, yaitu amal-amal apa saja yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Termasuk di antaranya adalahmencintai para Nabi dan para wali, bersedekah, menziarahi orang-orang yang dikasihi Allah, banyak berdoa, silaturrahmi,dan dzikir

Menurut Syaikh Sowiy, adalah kesesatan dan kerugian yang nyata jika mengkafirkan orang yang menziarahi para wali Allah [auliya’]. Anggapan mereka, bahwa berziarah para wali adalah menyembah mereka. Padahal ziarah para wali adalah bagian dari mencintai wali yang diperintahkan oleh Rasulullah saw:

لا ايمان لمن لا محبة له

” Tidak ada iman bagi orang yang tidak ada rasa cinta pada dirinya.”

Maka, kita semua harus mencintai Allah, mencintai Rasulullah saw dan para Rasul, dan mencintai para waliyullah, yaitu orang-orang yang sangat ta’at lahir maupun batinnya kepada Allah SWT.

shofa